Praktik Bisnis Monsanto di Indonesia

Anda mungkin sudah pernah melihat artikel atau mendengar cerita yang menyatakan bahwa Monsanto terlibat dalam kegiatan tidak patut di Indonesia. Yang benar, Monsanto memang melakukan tindakan tidak patut di Indonesia antara 1997 dan 2002. Tindakan itu menyangkut serangkaian pembayaran ilegal atau yang meragukan dengan nilai total sedikitnya $700.000 kepada sejumlah pejabat pemerintah Indonesia selama kurun waktu tersebut. Pembayaran ini didanai antara lain melalui penjualan produk pestisida Monsanto di Indonesia, yakni penjualan tidak resmi, tidak dicatat dengan semestinya, dan digelembungkan harganya. Selama periode ini, mitra usaha Indonesia melanggar prosedur, kontrol, dan kebijakan akuntansi yang berlaku di Monsanto.

Monsanto menyadari penyimpangan keuangan mitra usaha Indonesianya pada 2001. Monsanto memulai penyelidikan internal yang dilangsungkan dengan arahan dari dewan komisaris. Secara sukarela perusahaan memberi tahu Badan Pengawas Pasar Modal AS (SEC) dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) tentang hasil penyelidikan ini dan membeberkan penyimpangan dalam buku, arsip, dan kepatuhan yang menyangkut mitra usaha Indonesianya. Penyelidikan lanjutan oleh pemerintah mengungkapkan pembayaran $50.000 kepada seorang pejabat Indonesia yang tidak berhasil ditemukan dalam penyelidikan oleh Monsanto. Monsanto memperbarui keterbukaan informasinya saat berita tambahan ini terungkap dan bekerja sama dengan SEC dan DOJ dalam penyelidikan yang mereka lakukan.

Memang Monsanto bertanggung jawab untuk memastikan hal yang tidak patut ini tidak terjadi. Kami gagal melakukan hal ini, dan kami memikul tanggung jawab sepenuhnya atas kegagalan ini.

Dalam kesepakatan dengan DOJ dan SEC, Monsanto membayar denda $1,5 juta atas pelanggaran Undang-Undang Praktik Korupsi Asing (FCPA). Kami juga setuju untuk membuat komitmen yang mengikat dengan DOJ untuk tidak melanggar FCPA lagi. Semua karyawan yang bertanggung jawab atas tindakan ini sudah diberhentikan dan kami mengoreksi akuntansi transaksi tersebut. Kami juga memberlakukan program perilaku bisnis/integritas yang disempurnakan di seluruh perusahaan yang sepenuhnya didukung oleh dewan komisaris dan tim eksekutif, dan dipantau oleh audit internal maupun eksternal.

Jika Anda membuka situs web Ikrar Monsanto, kami menyatakan bahwa “Integritas adalah landasan semua tindakan kami.” Kami menyadari bahwa mudah saja membuat pernyataan seperti ini dan bahwa kami dinilai dari tindakan kami. Meskipun tindakan kami di Indonesia jelas tidak mencerminkan pernyataan ini, di Monsanto kami melakukan introspeksi terhadap perusahaan dan peristiwa ini, dan untuk itu kami memutuskan untuk menyusun yang kami yakini sebagai praktik terbaik program kepatuhan FCPA. Kami minta Anda menilai kami bukan hanya dari hal-hal yang terjadi di masa lalu, tetapi juga dari komitmen kami untuk mempertahankan dan memperbaiki integritas kami di masa depan.