Apa Salahnya Melakukan Pelabelan Pangan GM/GMO?

label makananSejak tanaman GM/GMO memasuki pasar, banyak sekali perdebatan tentang apakah makanan yang mengandung bahan dari tanaman GM perlu diberi label. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka berhak-untuk-tahu, dan semua produk yang mengandung bahan dari tanaman GM harus diberi label. Sebagian lagi berpendapat bahwa karena bahan GM dan non-GM tidak ada bedanya, pelabelan tidak diperlukan.

Food and Drug Administration (FDA) mengawasi pelabelan makanan di AS. FDA menyatakan tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa pangan yang direkayasa-hayati berbeda dengan pangan lain dari segi apa pun. Demikian pula, kelompok pangan yang dikembangkan dengan bioteknologi tidak memiliki masalah keamanan yang berbeda atau lebih besar daripada pangan yang dikembangkan dengan pemuliaan tanaman tradisional. American Medical Association menyepakati pandangan ini dan menyetujui pernyataan resmi dalam rapat pada Juni 2012 bahwa tidak ada pembenaran ilmiah untuk memberikan label khusus pada pangan yang direkayasa-hayati.

FDA tidak mengharuskan pangan dari tanaman biotek dilabel berbeda dengan produk pangan lain, kecuali jika modifikasinya menimbulkan perbedaan berarti, seperti mengubah profil komposisi atau profil gizi pangan tersebut. Jika demikian halnya, perbedaan berarti itu harus tercermin dalam deskripsi pangan.

Mungkin ada yang bertanya apa susahnya mengharuskan pelabelan produk. Undang-undang pelabelan AS didasarkan pada kesehatan dan keamanan. Mengharuskan pelabelan bahan yang tidak menimbulkan masalah kesehatan sama saja dengan meremehkan undang-undang pelabelan dan kepercayaan konsumen. Untuk memastikan bahwa pelabelan itu akurat juga akan sangat membebani badan pengatur.

Pertanyaan yang lebih baik mungkin: Apa manfaat melabeli produk yang mengandung bahan GM? Orang yang memutuskan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan GM dapat dengan mudah menghindari produk tersebut. Di AS, mereka dapat membeli produk besertifikat organik menurut National Organic Program. Mereka juga dapat membeli produk yang oleh perusahaannya secara sukarela dilabeli tidak mengandung bahan GM. Undang-undang mengizinkan pelabelan sukarela, asalkan informasinya akurat, jujur, dan tidak menyesatkan konsumen tentang pangan tersebut. Monsanto mendukung kedua opsi tersebut.

Pelabelan wajib atas pangan yang mengandung bahan GM tampaknya hal sepele. Akan tetapi, setelah kita menyadari faktanya, tampak jelas bahwa tidak masuk akal mewajibkan pelabelan GMO.