Konferensi ke-4 SR Asia International Memberikan Penghargaan Paper Terbaik kepada Monsanto Indonesia dalam hal Praktik Terbaik terhadap Pertanian Berkelanjutan dan Praktik Konservasi di Indonesia

28/11/2015

SR Asia adalah sebuah kolaborasi global antara berbagai negara Asia untuk mempromosikan dan mengembangkan tanggung jawab sosial, prinsip-prinsip dan isu-isu terkait di Asia. Jaringan SR Asia hadir di India, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura dan Jepang. Kegiatan SR Asia difokuskan di sepanjang dua dimensi utama: (1) pengembangan inovasi dan (2) manajemen pengetahuan.

Sekitar 60 makalah akan dipilih dan disusun dalam sebuah buku "SDGs Menyambut: Apakah Pada, mana Untuk Pergi". 16 keluar pertama 60 makalah yang dipilih disajikan di Breakout Sesi dalam Konferensi mana host, pembahas atau peserta lain dapat memberikan rekomendasi untuk presenter. Di antara 16 dokumen yang diajukan, Monsanto Indonesia adalah lima makalah terbaik yang dipilih, bersama dengan Adaro Indonesia, Unilever, Kemang Kesehatan, dan Pertamina.

Herry Kristanto, Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia mengatakan, "Ini adalah kesempatan besar untuk menceritakan kisah kami tentang bagaimana kita berkontribusi untuk lanskap pertanian berkelanjutan melalui kemitraan multi sektor publik. Dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan berfokus pada masyarakat jangka panjang, kami membantu petani untuk membuat pertanian lebih produktif dan berkelanjutan, tanaman ganda menghasilkan dan meningkatkan pendapatan petani sebesar 34%." Monsanto Indonesia memiliki kesempatan untuk memberikan presentasi tentang Sustainable Agriculture Landscape Partnership ( SALP) Project, yang menawarkan model scalable yang adpaat ditiru untuk praktik pertanian dan konservasi berkelanjutan.

Proyek ini dilakukan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara bekerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat sipil melalui multi-kemitraan sektor. Pelaksanaan SALP Proyek telah mendapatkan manfaat petani dan masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat peningkatan produktivitas pertanian, pembentukan komitmen masyarakat terhadap konservasi hutan, serta pendidikan lingkungan. SALP Proyek diyakini sebagai yang pertama dan satu-satunya inisiatif konservasi integratif ekonomi lingkungan di Indonesia, yang tidak hanya melestarikan ekosistem tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.